Translate

Pengertian Analisis PEST Sebuah Analisis Eksternal Dalam Menyusun Strategi Perusahaan

Setelah proses menentukan misi, visi dan sasaran tahapan selanjutnya adalah proses penyelidikan dan pengkajian bidang eksternal perusahaan.

Lingkungan eksternal suatu organisasi bisnis menurut Carpenter & Sanders dalam buku Strategic Management terdiri dari lingkungan makro (politik, hukum, ekonomi, budaya, teknologi dan lingkungan), lingkungan industri, kelompok strategis (lingkungan pesaing) dan organisasi.

Dari penjelasan diatas maka analisis dan pengkajian eksternal perusahaan mencakup.


Pengertian analisis pest page4future.blogspot.com
Peta Konsep Hubungan Makro Dengan Perusahaan.

1. Analisis lingkungan umum makro.

2. Analisis lingkungan industri.

3. Analisis persaingan.

Secara praktis, para konsultan bisnis ketika membuat kajian studi kelayakan bisnis menggunakan analisis PEST untuk menganalisa kondisi ekternal dan untuk membuat riset pasar.

Tujuan dari analisis PEST atau PESTLE adalah alat strategis untuk memahami pertumbuhan atau penurunan pasar, posisi, potensi dan arah untuk operasi. Analisis PEST jika dijabarkan adalah:.


1. P adalah political, bagaimana pemerintah ikut campur dalam kegiatan bisnis dan kondisi ekonomi suatu daerah. Contoh pajak, undang-undang.

2. E adalah economic, bagaimana kondisi ekonomi suatu negara, kawasan atau global. Contoh : loan rate, saving rate, composite index, kondisi ekonomi global, kawasan, kurs dollar, harga minyak dll.

3. S adalah social, bagaimana kondisi budaya, perilaku adat-istiadat suatu negara atau daerah.

4. T adalah Technological, bagaimana perkembangan teknologi, besaran biaya penggunaan mesin pada produksi di suatu daerah, negara dan kawasan.



loading...



BACA JUGA :.



Analisis Makro Analisis PEST.

Analisis PESTEL, SLEPT, PESTLE, STEPE, STEEPLED, STEEPLE, DESTEP, SPELIT, PMESII-PT dan STEER.

Sejak pertama diperkenalkan sampai dengan saat ini analisis PEST mengalami modifikasi seiiring dengan kebutuhan analis.

Adapun modifikasi dari PEST adalah PESTLE, STEPE, STEEPLED, DESTEP, SPELIT dan STEER. Dengan penjabaran sebagai berikut:.

1. L adalah Legal, adalah diskriminasi hukum pada bisnis tertentu, perlakuan hukum pada bisnis tertentu.

2. E' adalah Environmental, bagaimana kondisi iklim, cuaca dan perubahan iklim suatu daerah, negara, kawasan dan global.

3. D adalah Demographic, bagaimana kondisi masyarakat setempat, klasifikasi masyarakat setempat berdasarkan umur, gender, tingkat pendidikan dll.

4. R adalah Regulator, bagaimana regulasi untuk bisnis tertentu berdasarkan asosiasi dan lembaga lain.

5. Yang lain berupa Ethical, Educational, Physical, Religious, Security, Inter-cultural dll.



BACA JUGA :.

Maksud tujuan analisis PEST  adalah untuk:.

  1. Mengetahui historis pertumbuhan ekonomi sektor industri.
  2. Mengetahui historis perkembangan industri.
  3. Mengetahui perkembangan historis jumlah perusahaan dalam industri tertentu.
  4. Mengetahui historis pertumbuhan pasokan/supply.
  5. Mengetahui historis pertumbuhan index harga suatu produk atau industri
  6. Mengetahui historis daya beli masyarakat.
  7. Sebagai gambaran untuk membuat asumsi proyeksi cashflow atau financial modeling yang sering digunakan dalam studi kelayakan atau pembahasan lain.
  8. Pendekatan untuk menentukan potensi peluang berdasarkan daya beli, jumlah penduduk, kondisi ekonomi, outlook ekonomi dan trend gaya hidup dan masih banyak lagi.

Dalam penerapannya, analisis PEST tidak hanya terpaku pada salah satu pendekatan (hanya menggunakan PEST atau STEER) namun penerapan pendekatan tergantung pada situasi dan kondisi dimana perusahaan atau unit bisnis berada.

Pembahasan inti dari analisis PEST harus dapat menganalisa kondisi ekternal perusahaan atau unit bisnis untuk menghasilkan riset pasar dan tidak terpaku pada salah satu pendakatan agar dinamis dan yang terpenting aktual dengan kondisi bisnis sekarang serta masih relevant untuk masa proyeksi bisnis jangka pendek-menengah.

Adapun contoh data dan informasi yang dibutuhkan dalam menyusun analisis PEST adalah sebagai berikut:.


Faktor-faktor macro yang mempengaruhi strategy perusahaan.

1. Faktor ekonomi (Data Historical GDP, BI rate, tingkat inflasi, tingkat pengangguran, pasar mata uang, disposable income serta pengendalian harga dan upah).

2. Faktor teknologi (patent protection, new product, internet availbility, infrastruktur telekomunikasi, pengembangan teknologi baru, transfer dari lab ke pasar, focus technologycal effort, total industry spending dan productivity improveements through automation.

3. Faktor politik dan hukum, antara lain KPPU atau peraturan anti thrust, peraturan perpajakan, stabilitas pemerintahan, peraturan tentang outsourcing, peraturan perdagangan luar negeri, peraturan imigrasi dan ketentuan global warming. 

4. Faktor sosial budaya, antara lain adalah perubahan gaya hidup, ekspetasi karier, life expectancies, pension plans, health care, tingkat kelahiran, distribusi umur dari populasi, tingkat pendidikan, tingkat pertumbuhan penduduk dan perpindahan penduduk dalam regional.

5. Menganalisa kondisi ekonomi global dan outlook ekonomi global.
Menganalisa dampak ekonomi suatu negara terhadap ekonomi global biasanya negara-negara yang sedang terjadi krisis ekonomi atau negara yang sedang menjadi perhatian investor.

Contoh :.
  1. Krisis yunani berdampak ke eropa ketika awal tahun 2000, menganalisa dampak yang terjadi terhadap negara eropa, kondisi investasi eropa dan produksi dunia.
  2. Cina sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, menganalisa gdp china, dampak ekspor cina terhadap produksi dunia.
  3. The Fed (suku bunga bank sentral amerika). Menganalisa investasi yang terjadi atas kebijakan perubahan the fed.




6. Menganalisa perekonomian Indonesia.
Menganalisa perekonomian Indonesia, seperti menjelaskan perubahan bi rate, gdp, ihsg, daya beli masyarakat, jumlah penduduk, serapan apbn, dll.

7. Menganalisa daerah, kota, provinsi, kecamatan lokasi usaha atau target pemasaran perusahaan.

Data-data yang harus dikaji adalah sebagai berikut:.
  • Data demografi.
  • Data Historical occupancy rate hotel, rumah sakit.
  • Data Historical pengunjung yang datang di airport.
  • Data Historical konsumsi rumah tangga.
  • Data Historical posisi daerah, geografi dll.
  • Data Historical industri terkait, produksi, jumlah unit usaha, permintaan, index harga jual.
Data-data dan informasi untuk menyusun analisis PEST dapat diunduh dan didapat pada banyak website, contoh data dan informasi untuk analisis PEST:
  1. Bank Indonesia.
  2. Situs Asosiasi Pengusaha (Gaikindo untuk otomotif atau Gapki untuk perkebunan kelapa sawit, dll).
  3. IMF.
  4. Bank Dunia.
  5. FAO.
  6. Badan Pusat Statistik.
  7. Situs Pemda, Pemprov.
  8. Situs Kementrian (Kementrian Keuangan, Kementrian Perdagangan, dll).
  9. Financial Times.
  10. Bloomberg.
  11. Commercial Real Estate Brokerages untuk data property seperti Cushman & Wakefield, Colliers Indonesia.
  12. GATT atau WTO.
  13. Yahoo! Finance.
  14. DPR atau JDIH (untuk undang-undang).
  15. Bursa Efek Indonesia.


BACA JUGA :.



Manfaat analisis PEST meliputi sebagai berikut:.

1. Informasi dan data yang didapatkan dari analisis PEST akan digunakan untuk penyusunan asumsi pada saat cashflow projection atau proyeksi arus kas financial modeling studi kelayakan. 

Informasi daya beli masyarakat berhubungan dengan asumsi penjualan, Informasi harga faktor produksi berhubungan dengan asumsi struktur biaya dan informasi historis harga jual produk serta faktor produksi berhubungan dengan asumsi perumbuhan harga dan biaya pada proyeksi cashflow atau bisnis plan. 

Informasi dan data penggunaan teknologi serta proses produksi akan digunakan untuk menentukan asumsi proyeksi rasio perputaran usaha seperti Inventory Turn Over (ITO), Account Receivable Turn Over (ARTO), Account Payable Turn Over (APTO) dan Perputaran Operasional. Asumsi ini erat hubungannya dengan besaran modal kerja yang dibutuhkan untuk perhitungan kredit modal kerja berdasarkan perputaran usaha.

3. Informasi demografi mengetahui potensi market share di suatu daerah. Posisi daerah dan perkembangan pembangunan daerah berhubungan dengan potensi bisnis yang akan dikembangkan.

4. Data historical industri untuk mengetahui perkembangan industri dan persaingan.

5. Data ekonomi global bertujuan untuk mengetahui potensi ekspor dan biaya produksi jika mayoritas faktor produksi diimport. Data tersebut akan berhubungan dengan penentuan asumsi dan trend pada proyeksi cashflow.

6. Data sosial dan budaya untuk mengetahui tren potensi pasar terbaru pada daerah tertentu. Berhubungan dengan riset pasar.


BACA JUGA :.
Sumber :.

1. Assauri, Sofjan (2013). "Strategic Management, Edisi 2". Raja Grafindo : Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unduh Ebook Manajemen Pemasaran 15th Global Edition 2016 Philip Kotler PDF

Pengertian Fungsi Manajemen Konsep POLC (Planning, Organizing, Leading dan Controling)

Fungsi Manajemen Menurut Henry Fayol (POCCC/POSDC dan Principles of Management)